"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain----berbuat baik kepada orang lain (berarti) sedang berbuat baik pula kepada diri sendiri---Boyolali's elementary school teacher"
Sabtu, 06 Agustus 2022
Optimalisasi Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran Digital: Rangkuman Materi Pembatik Level 2
Senin, 28 Maret 2022
FUNGSI DAN MANFAAT PLATFORM MERDEKA BELAJAR 2 (PELATIHAN MANDIRI)
PELATIHAN MANDIRI
Mengakses Pelatihan Mandiri
Mempelajari materi pada modul Pelatihan Mandiri
Evaluasi pembelajaran dengan mengerjakan post test
Melakukan Aksi Nyata
Jumat, 25 Maret 2022
FUNGSI DAN MANFAAT PLATFORM MERDEKA BELAJAR 1 (VIDEO INSPIRASI)
VIDEO INSPIRASI
Mendapatkan referensi belajar mengajar dengan video inspirasi
8.Klik ‘Bagikan Video’ untuk mengirim tautan video
9.Pilih kanal yang ingin digunakan untuk mengirim tautan atau Klik Salin Link untuk menyalin tautan video
Jumat, 25 Februari 2022
Mengenal Platform Merdeka Mengajar
Latar Belakang Platform Merdeka Mengajar
Apa itu Platform Merdeka Mengajar?
Platform Merdeka Mengajar dapat digunakan melalui aplikasi di gawai Android atau melalui laman situs
Untuk dapat masuk ke beberapa produk Platform Merdeka Mengajar gunakan akun Belajar.id atau madrasah.kemenag.go.id
Pengguna dan Akses Platform Merdeka Mengajar
Beranda (Homepage)
Rabu, 22 Desember 2021
Contoh Praktik Stimulasi [Membangun Literasi yang Menyenangkan Bagian 2]
Story-making circle🎪
Story-making circle adalah metode interaktif dimana guru mengajak murid-muridnya untuk duduk melingkar dan mengarang cerita berantai secara spontan
- Guru mengajak anak-anak untuk duduk melingkar
- Guru memulai cerita dengan memilih tema dan melontarkan kalimat pertama, misal guru menentukan bahwa tema hari ini adalah petualangan dan memulai cerita dengan: “Pada suatu hari, seekor anak gajah bernama Bona, pulang sekolah dengan menggunakan sepeda.”
- Setelahnya, secara berantai sesuai arah jarum jam, peserta lain melanjutkan jalan cerita dengan menambahkan 1 kalimat baru
- Setelah cerita selesai, berikan apresiasi dan setelahnya ajak semua orang untuk mengulangi membaca ceritanya secara berantai dari awal. Kali ini, cerita harus dibacakan dengan lebih dramatis seolah-olah seperti sedang mempraktikkan adegan di dalam dongeng
- Di akhir pembacaan ulang cerita, guru membagi murid ke dalam beberapa kelompok kecil. Di kelompok-kelompok kecil ini, murid ditugaskan untuk mengembangkan pecahan-pecahan cerita yang mereka buat menjadi cerita baru
- Tiap kelompok nantinya akan diminta untuk mempresentasikan masing-masing dari cerita baru mereka
- Di akhir sesi diminta menjelaskan apa pesan moral yang bisa diambil dari cerita mereka
Mereview Teks
Hexagonal Thinking
- Buatlah hexagonal thinking, dapat menggunakan PPT, google slide, atau dengan menyediakan secara khusus bentuk hexagonal
- Guru dapat menyuguhkan video, buku bacaan atau artikel kepada siswa, kemudian mintalah siswa untuk menuliskan kata kunci yang menarik untuk dimasukkan ke dalam hexagonal, 1 kata kunci untuk setiap hexagonal
- Guru dapat meminta siswa untuk menghubungkan setiap kata kunci yang ada, baik dengan menyampaikan secara verbal, atau melalui tulisan
- Jika dilakukan berkelompok dapat meningkatkan kolaborasi dan komunikasi antar siswa
- Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dengan membuat koneksi antar kata kunci siswa sedang berlatih untuk membuat koneksi baru dari pengetahuan-pengetahuan yang ada
- Dapat meningkatkan keterlibatan siswa
- Dapat menjadi formative asesment bagi guru untuk melihat sejauh apa pemahaman siswa mengenai suatu isu atau topik
Sabtu, 18 Desember 2021
Membangun Literasi yang Menyenangkan Bagian 1
📉*Nilai PISA kita STAGNAN* sejak tahun 2000, sangat jauh tertinggal bahkan dengan negeri tetangga kita seperti Malaysia dan Singapore
⁉️Sebuah penelitian juga menemukan bahwa sebagian besar mahasiswa di Indonesia *merasa kesulitan untuk menulis essay dan aktif dalam diskusi karena sistem pembelajaran yang pasif dan tidak pernah dilatih untuk mempertanyakan gagasan* sejak sekolah dasar
Padahal, keberhasilan dalam setiap bidang pembelajaran sangat tergantung pada kemampuan untuk menggunakan literasi yang signifikan sesuai dengan konten dari mata pelajaran tersebut
Berdasarkan fakta di atas, penting bagi kita sebagai seorang pendidik untuk memahami apa itu literasi dan bagaimana kita bisa mengembangkan kemampuan literasi anak didik kita??📖
✍🏼Secara definisi, Literasi meliputi kemampuan siswa dalam mendengarkan, membaca, melihat, berbicara, menulis dan membuat teks lisan, cetak, visual dan digital, menggunakan dan memodifikasi Bahasa untuk tujuan yang berbeda dalam berbagai konteks
📔Dalam literasi, siswa membutuhkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengakses, memahami, menganalisis, mengevaluasi informasi, menginterpretasikan, mengungkapkan pikiran dan emosi, mempresentasikan ide dan pendapat, berinteraksi dengan orang lain dan berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah maupun dan di luar sekolah.
🗣️Yang pertama adalah, pengetahuan tata Bahasa
Pemahaman siswa mengenai peran tata bahasa dalam mengkonstruksi makna teks yang dibuat:
- Menggunakanpengetahuan tentang struktur kalimat
- Menggunakan pengetahuan tentang jenis kata dan kelompok kata
- Mengekspresikan opini dan sudut pandang
💬Yang kedua adalah, pengetahuan teks
Siswa memahami bagaimana teks lisan, tulisan, visual, dan multimodal disusun:
- Menggunakan pengetahuan mengenai struktur teks
- Menggunakan pengetahuan mengenai kohesi/keterpaduan teks
🔤Yang ketiga adalah, pengetahuan kata
Dimana siswa dapat:
- Memahami kosa kata yang dipelajari
- Menggunakan pengetahuan tentang pengejaan
👀Yang terakhir adalah, pengetahuan visual
Dimana siswa memahami makna yang terdapat dalam informasi visual, dapat menafsirkan gambar yang diam dan bergerak, grafik, tabel, peta dll
Keempat elemen di atas bisa kita latihkan dengan melalui:
1️⃣ Memahami teks melalui mendengarkan, membaca dan melihat
2️⃣ Menyusun teks melalui berbicara, menulis, dan berkreasi
sumber: KULWAP LITERASI GERAKAN SEKOLAH MENYENANGKAN
Sabtu, 20 November 2021
SEKOLAH RAMAH ANAK
BAGIAN 1
Apa itu Sekolah Ramah Anak?
DEFINISI SEKOLAH RAMAH ANAK
Ramah Anak (SRA) adalah satuan pendidikan formal, nonformal, dan informal yang mampu memberikan pemenuhan hak dan perlindungan khusus bagi anak termasuk mekanisme pengaduan untuk penanganan kasus di satuan pendidikan.
KONSEP SEKOLAH RAMAH ANAK
Ada 4 konsep SRA, sebagaimana berikut: 1. Mengubah paradigma dari pengajar menjadi pembimbing, orang tua dan sahabat anak. 2. Orang dewasa memberikan keteladanan dalam keseharian. 3. Memastikan orang dewasa di sekolah terlibat penuh dalam melindungi anak. 4. Memastikan orang tua dan anak terlibat aktif dalam memenuhi 6 komponen SRA.
PRINSIP SEKOLAH RAMAH ANAK
Prinsip SRA merupakan turunan dari hak dasar anak, terdiri dari: 1. Kepentingan terbaik bagi anak 2. Non diskriminasi 3. Partisipasi Anak 4. Hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan 5. Pengelolaan yang baik
KONDISI YANG DIHARAPKAN SEKOLAH RAMAH ANAK
Kondisi yang diharapkan dalam SRA terdiri dari BARIISAN yaitu: Bersih, Asri, Ramah, Indah, Inklusif, Sehat, Aman dan Nyaman
KOMPONEN SEKOLAH RAMAH ANAK
- Kebijakan SRAKebijakan Sekolah Ramah Anak merupakan suatu komitmen daerah dan sekolah dalam mewujudkan SRA. Ditunjukkan dalam bentuk deklarasi, SK tim SRA, SK Pemerintah Daerah dan kebijakan sekolah lainnya yang berperspektif anak.
- Pendidik dan Tenaga Kependidikan Terlatih Hak Anak dan SRA Minimal ada 2 orang pendidik/tenaga kependidikan yang terlatih KHA dan SRA.
- Proses Belajar yang Ramah Anak Menciptakan proses belajar dan mengajar yang menyenangkan. Proses pendisiplinan yang dilakukan tanpa merendahkan martabat anak dan tanpa kekerasan.
- Sarana dan Prasarana Ramah Anak Memastikan menjaga agar sarana prasarana di sekolah nyaman, aman dan tidak membahayakan anak. Seperti pemasangan rambu-rambu di tempat berbahaya, pengumpulan ujung meja, toilet bersih dengan air mengalir, pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik dan lain-lain.
- Partisipasi Anak Anak dilibatkan dalam kegiatan perencanaan program serta tata tertib, pelaksanaan dan evaluasi SRA. Anak dijadikan sebagai pengawal SRA dan peer educator. Hak ini dilakukan agar anak merasa diakui dan dapat berperan aktif dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak.
- Partisipasi Orang Tua, Organisasi Kemasyarakatan, Dunia Usaha, Stakeholder lainnya dan Alumni. Melibatkan orangtua, organisasi kemasyarakatan, dunia usia, stakeholder lain dan alumni dalam mendukung sekolah ramah anak, baik berperan memberikan bantuan dalam bentuk sarana maupun kegiatan untuk mewujudkan SRA.
BAGIAN 2PEMBENTUKAN SEKOLAH RAMAH ANAKTahapan Pembentukan Sekolah Ramah Anak atau Tahapan “MAU”
permintaan kepada satuan pendidikan untuk “mau” menjadi SRA Permintaan kepada satuan pendidikan untuk “MAU” menjadi SRA dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu: 1) Top Down: Pemerintah Daerah atau Perangkat Daerah terkait mengajak atau meminta satuan pendidikan di wilayahnya untuk menjadi SRA. Semua satuan pendidikan yang “MAU” akan dibuatkan SK SRA ditetapkan oleh Kepala Daerah/Kepala Dinas Pendidikan/ Kanwil/Kantor Agama/ Dinas PPPA. 2) Bottom Up: Proses dimana Satuan Pendidikan mempunyai keinginan sendiri untuk “MAU” menjadi SRA. Satuan pendidikan melaporkan kesediaannya kepada Dinas PPPA yang akan mengkompilasi dengan daftar SRA lainnya.
Penetapan SK Sekolah Ramah Anak
Pemerintah daerah membuat SK yang ditetapkan oleh Kepala Daerah atau Kepala Perangkat Daerah terkait untuk semua satuan pendidikan yang “MAU” memulai proses SRA. SelanjutnyaPemerintah daerah melaporkankepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak c.q. Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak dan Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan, Kreativitas, dan Budaya terhadap SK yang telah ditetapkan.
Deklarasi Sekolah Ramah Anak
Untuk memperkuat komitmen daerah dan satuan pendidikan, maka dilakukan deklarasi yang dipimpin oleh Kepala Daerah atau Perangkat Daerah terkait bersama semua satuan pendidikan yang mau menjadi SRA. Deklarasi dapat dilakukan bersama kegiatan daerah lainnya atau berupa kegiatan khusus.
Pemasangan Papan Nama Sekolah Ramah Anak
Selanjutnya untuk memperlihatkan komitmen daerah dan satuan pendidikan dalam membentuk SRA, maka Satuan pendidikan melakukan pemasangan papan nama SRA dengan bantuan pemerintah daerah. Hal ini sebagai penanda dan untuk memberikan motivasi kepada masyarakat atau eksternal satuan pendidikan dan internal satuan pendidikan.
BAGIAN 3Pengembangan Sekolah Ramah AnakTahapan Pengembangan Sekolah Ramah Anak atau Tahapan “MAMPU” & “MAJU”
TAHAPAN PENGEMBANGAN SEKOLAH RAMAH ANAK OLEH PEMERINTAH DAERAH
- Advokasi Sekber SRA/Sub Gugus Tugas KLA Klaster Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang, Dan Kegiatan Budaya melakukan advokasi dengan cara audiensi/pertemuan kepada Kepala Daerah di tingkat Provinsi/ Kabupaten/ Kota, agar mendukung pelaksanaan SRA. Pelatihan dan Bimbingan Teknis
- Pelatihan atau Bimbingan Teknis
- Fasilitasi
- Kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah dalam pengembangan SRA
- Membuat kebijakan SRA
- Koordinasi dengan Disdik dan Kanwil/Kantor Kemenag
- Membentuk Sekber SRA
- Sosialisasi kepada seluruh Kepala Satuan Pendidikan tingkat Provinsi/Kab/Kota
- Mengajak Satuan Pendidikan untuk membentuk dan mengembangkan SRA
- Membuat SK penetapan sekolah yang mau
- Deklarasi SRA
- Melaporkan SK penetapan kepada KPPPA
- Mendorong satuan pendidikan yang sudah di SK-kan untuk membuat Papan Nama SRA
- Memberikan Pelatihan KHA dan SRA kepada minimal 2 guru di setiap satuan pendidikan yang di SK-kan
- Pendampingan/monev kepada Satuan Pendidikan yang sudah di SK kan
- Bekerjasama dengan Dinas yang memiliki Program berbasis sekolah
- Mendorong semua SRA untuk mengisi kuesioner SRA di awal tahun
- Mengusulkan Satuan Pendidikan untuk mendapat penghargaan
- Membuat KIE SRA
- Membentuk Tim Pelaksana SRA
- Menyusun ulang tata tertib Satuan Pendidikan dan mengisi daftar periksa potensi bersama Orang Tua dan Anak.
- Perencanaan oleh Tim Pelaksanaan SRA
- Kegiatan yang dilakukan oleh Satuan Pendidikan dalam Pengembangan SRA
- Menyusun Rencana Aksi/Program Tahunan
- Membuat mekanisme pengaduan
- Merencanakan inovasi melibatkan orang tua dan anak untuk mewujudkan SRA
- Merencanakan inovasi melibatkan orang tua dan anak untuk mewujudkan SRA
- Melaksanakan Rencana Aksi/Program SRA Tahunan dengan mengoptimalkan semua sumber daya
- Melakukan upaya pemenuhan komponen SRA
- Mengikuti pelatihan dan pendampingan oleh Pemda
- Merencanakan kesinambungan kebijakan, program, dan kegiatan yang sudah ada (UKS, Adiwiyata, dll) serta program lainnya
BAGIAN 4
Siapa Saja Yang Terlibat di Sekolah Ramah Anak?
1,Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
3. Kementerian Agama
4. Kementerian Kesehatan
5. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
6. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
7. Badan Nasional Penanggulangan Bencana 8. Badan Pengawas Obat dan Makanan
9. Komisi Perlindungan Anak Indonesia
10. Badan Narkotika Nasional
11. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
12. Kementerian PUPR
13. Kementerian Komunikasi dan Informasi
14. Kementerian Dalam Negeri
15. BAPPENAS/ Kementerian PPN
16. Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
17. Kementerian Sosial
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
3. Kementerian Agama
4. Kementerian Kesehatan
5. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
6. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
7. Badan Nasional Penanggulangan Bencana 8. Badan Pengawas Obat dan Makanan
9. Komisi Perlindungan Anak Indonesia
10. Badan Narkotika Nasional
11. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
12. Kementerian PUPR
13. Kementerian Komunikasi dan Informasi
14. Kementerian Dalam Negeri
15. BAPPENAS/ Kementerian PPN
16. Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
17. Kementerian Sosial
LAMPIRAN
- URAIAN KOMPONEN SRA
- JUKNIS SEKBER SRA
- SURAT KEPUTUSAN SEKOLAH TIM SRA
- SURAT PEMDA SRA
- TATA TERTIB SRA
- PAPAN NAMA SRA
- sumber: Pedoman Sekolah Ramah Anak (Deputi Tumbuh Kembang Anak 2020)
VIRECA UNTUK PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Vireca adalah kepanjangan dari Virtual Reality Case atau Kasus yang disajikan melalui virtual reality. Seperti yang kita tahu bahwa...
-
Seri Semangat Guru : Kemampuan Nonteknis dalam Adaptasi Teknologi Tahun 2021 adalah Program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kemampua...
-
Pernah di suatu pengalaman,saya harus kehilangan data karena virus dengan membuat data yang baru lagi. dan saya membeli hardisk baru untuk l...
-
PELATIHAN MANDIRI Pelatihan Mandiri merupakan bagian dari platform Merdeka Mengajar, yang memuat berbagai materi pelatihan untuk mening...






