"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain----berbuat baik kepada orang lain (berarti) sedang berbuat baik pula kepada diri sendiri---Boyolali's elementary school teacher"
Senin, 24 Oktober 2022
Interpretasi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara
Budi Pekerti
Menurut KHD, budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Karsa (afektif) sehingga menciptakan Karya (psikomotor).
Lebih lanjut KHD menjelaskan, keluarga menjadi tempat yang utama dan paling baik untuk melatih pendidikan sosial dan karakter baik bagi seorang anak. Keluarga merupakan tempat bersemainya pendidikan yang sempurna bagi anak untuk melatih kecerdasan budi-pekerti (pembentukan watak individual). Keluarga juga merupakan sebuah ekosistem kecil untuk mempersiapkan hidup anak dalam bermasyarakat dibanding dengan institusi pendidikan lainnya.
Alam keluarga menjadi ruang bagi anak untuk mendapatkan teladan, tuntunan, pengajaran dari orang tua. Keluarga juga dapat menjadi tempat untuk berinteraksi sosial antara kakak dan adik sehingga kemandirian dapat tercipta karena anak-anak saling belajar antara satu dengan yang lain dalam menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Oleh sebab itu, peran orang tua sebagai guru, penuntun, dan pemberi teladan menjadi sangat penting dalam pertumbuhan karakter baik anak.
Budi Pekerti merupakan keselarasan (keseimbangan) hidup antara cipta, rasa, karsa dan karya. Keselarasan hidup anak dilatih melalui pemahaman kesadaran diri yang baik tentang kekuatan dirinya kemudian dilatih mengelola diri agar mampu memiliki kesadaran sosial bahwa ia tidak hidup sendiri dalam relasi sosialnya sehingga ketika membuat sebuah keputusan yang bertanggungjawab dalam kemerdekaan dirinya dan kemerdekaan orang lain. Budi Pekerti melatih anak untuk memiliki kesadaran diri yang utuh untuk menjadi dirinya (kemerdekaan diri) dan kemerdekaan orang lain.
Dasar Dasar Pendidikan yang Menuntun
KHD menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.
Asas Pendidikan Ki Hadjar Dewantara
Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Jadi menurut KHD (2009), “pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya”
Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan.
Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk perikehidupan bersama ialah memerdekakan manusia sebagai bagian dari persatuan (rakyat). Manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya lahir atau batin tidak tergantung pada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri. Pendidikan menciptakan ruang bagi murid untuk bertumbuh secara utuh agar mampu memuliakan dirinya dan orang lain (merdeka batin) dan menjadi mandiri (merdeka lahir). Kekuatan diri (kodrat) yang dimiliki, menuntun murid menjadi cakap mengatur hidupnya dengan tanpa terperintah oleh orang lain.
Jumat, 25 Februari 2022
Mengenal Platform Merdeka Mengajar
Latar Belakang Platform Merdeka Mengajar
Apa itu Platform Merdeka Mengajar?
Platform Merdeka Mengajar dapat digunakan melalui aplikasi di gawai Android atau melalui laman situs
Untuk dapat masuk ke beberapa produk Platform Merdeka Mengajar gunakan akun Belajar.id atau madrasah.kemenag.go.id
Pengguna dan Akses Platform Merdeka Mengajar
Beranda (Homepage)
Jumat, 22 Oktober 2021
Rangkuman Materi Program Guru Belajar dan Berbagi seri Guru Merdeka Belajar
Program Guru Belajar dan Berbagi seri Guru Merdeka Belajar merupakan upaya membantu guru dan satuan pendidikan memahami konsep guru merdeka belajar dan meningkatkan kompetensi pengembangan diri secara mandiri untuk mengembangkan karier.
Program Guru Belajar dan Berbagi seri Guru Merdeka Belajar dirancang untuk menjawab persoalan yang dirasakan guru dalam menjalani profesinya. Guru seringkali memiliki banyak tugas dan tanggung jawab baik yang terkait dengan pembelajaran dan administrasi. Guru sering mengikuti banyak pelatihan namun tidak sesuai dengan kebutuhannya. Guru yang merasa kelelahan dan merasa tidak berkembang kariernya meskipun sudah mengajar bertahun-tahun. Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Guru Merdeka Belajar adalah program yang bertujuan untuk membantu guru mendapatkan kunci pengembangan diri: kemerdekaan, kompetensi, kolaborasi dan karier.
Apa tujuan program Guru Belajar seri Guru Merdeka Belajar?
Tujuan Umum:
- Mengacu pada model kompetensi guru, program Guru Merdeka Belajar akan meningkatkan kompetensi
- Menunjukkan kebiasaan refleksi untuk pengembangan diri secara mandiri
- Berpartisipasi aktif dalam jejaring dan organisasi profesi untuk mengembangkan karier
Tujuan Khusus:
- Mengenali miskonsepsi pendidikan sehingga peserta bisa berkembang menjadi Guru Merdeka Belajar yang menjadi penggerak perubahan pembelajaran.
- Mengenali konsep pengembangan diri Guru Merdeka Belajar sehingga bisa melejitkan karier dan sekaligus berkontribusi terhadap pendidika
- Guru PAUD, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB
- Pemimpin Pendidikan
- Telah memiliki Akun SIMPKB
Tujuan Pendidikan
KONSEP MERDEKA BELAJAR
Merefleksikan Filosofi Ki Hajar Dewantara
Kaitan Filosofi Pendidikan KHD dengan Merdeka Belajar
Murid Merdeka Belajar
Memahami Konsep Merdeka Belajar
Konsep Guru Merdeka Belajar
Bagaimana Ciri Guru Merdeka Belajar?
Mengapa Kita Harus Menjadi Guru Merdeka Belajar?
Pengembangan Diri Guru Merdeka Belajar
Mendengar Pengalaman Guru Merdeka Belajar
Kunci Pengembangan Guru Merdeka Belajar
VIRECA UNTUK PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Vireca adalah kepanjangan dari Virtual Reality Case atau Kasus yang disajikan melalui virtual reality. Seperti yang kita tahu bahwa...
-
Pernah di suatu pengalaman,saya harus kehilangan data karena virus dengan membuat data yang baru lagi. dan saya membeli hardisk baru untuk l...
-
Seri Semangat Guru : Kemampuan Nonteknis dalam Adaptasi Teknologi Tahun 2021 adalah Program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kemampua...
-
Vireca adalah kepanjangan dari Virtual Reality Case atau Kasus yang disajikan melalui virtual reality. Seperti yang kita tahu bahwa...