Tampilkan postingan dengan label Merdeka Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merdeka Belajar. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2022

Interpretasi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara


 Kumpulan tulisan Ki Hadjar Dewantara mengenai pendidikan telah disajikan secara lengkap dalam buku terbitan Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa. Buku yang diterbitkan pada tahun 1961 tersebut bertajuk “Karya Ki Hadjar Dewantara, Bagian Pertama: Pendidikan”. Dalam video berikut, Bapak Iwan Syahril menyampaikan intisari dan interpretasi beliau atas filosofi pendidikan nasional gagasan KHD. Cermati bagaimana beliau menghubungkan pemikiran KHD dengan konteks pendidikan saat ini. Juga beberapa video tentang pemikiran KHD memberikan pemahaman yang utuh dalam memahami Dasar Dasar Pendidikan KHD.





Budi Pekerti

Menurut KHD, budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Karsa (afektif) sehingga menciptakan Karya (psikomotor). 

Lebih lanjut KHD menjelaskan, keluarga menjadi tempat yang utama dan paling baik untuk melatih pendidikan sosial dan karakter baik bagi seorang anak. Keluarga merupakan tempat bersemainya pendidikan yang sempurna bagi anak untuk melatih kecerdasan budi-pekerti (pembentukan watak individual). Keluarga juga merupakan sebuah ekosistem kecil untuk mempersiapkan hidup anak dalam bermasyarakat dibanding dengan institusi pendidikan lainnya.

Alam keluarga menjadi ruang bagi anak untuk mendapatkan teladan, tuntunan, pengajaran dari orang tua. Keluarga juga dapat menjadi tempat untuk berinteraksi sosial antara kakak dan adik sehingga kemandirian dapat tercipta karena anak-anak saling belajar antara satu dengan yang lain dalam menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Oleh sebab itu, peran orang tua sebagai guru, penuntun, dan pemberi teladan menjadi sangat penting dalam pertumbuhan karakter baik anak.

Budi Pekerti merupakan keselarasan (keseimbangan) hidup antara cipta, rasa, karsa dan karya. Keselarasan hidup anak dilatih melalui pemahaman kesadaran diri yang baik tentang kekuatan dirinya kemudian dilatih mengelola diri agar mampu memiliki kesadaran sosial bahwa ia tidak hidup sendiri dalam relasi sosialnya sehingga ketika membuat sebuah keputusan yang bertanggungjawab dalam kemerdekaan dirinya dan kemerdekaan orang lain. Budi Pekerti melatih anak untuk memiliki kesadaran diri yang utuh untuk menjadi dirinya (kemerdekaan diri) dan kemerdekaan orang lain.


Dasar Dasar Pendidikan yang Menuntun

 KHD menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.

Dalam menuntun laku dan pertumbuhan kodrat anak, KHD mengibaratkan peran pendidik seperti seorang petani atau tukang kebun. Anak-anak itu seperti biji tumbuhan yang disemai dan ditanam oleh pak tani atau pak tukang kebun di lahan yang telah disediakan. Anak-anak itu bagaikan bulir-bulir jagung yang ditanam. Bila biji jagung ditempatkan di tanah yang subur dengan mendapatkan sinar matahari dan pengairan yang baik maka meskipun biji jagung adalah bibit jagung yang kurang baik (kurang berkualitas) dapat tumbuh dengan baik karena perhatian dan perawatan dari pak tani.  Demikian sebaliknya, meskipun biji jagung itu disemai adalah bibit berkualitas baik namun tumbuh di lahan yang gersang dan tidak mendapatkan pengairan dan cahaya matahari serta ‘tangan dingin’ pak tani, maka biji jagung itu mungkin tumbuh namun tidak akan optimal.
Dalam proses “menuntun”, anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar. Anak juga secara sadar memahami bahwa kemerdekaan dirinya juga mempengaruhi kemerdekaan anak lain. Oleh sebab itu, tuntutan seorang guru mampu mengelola dirinya untuk hidup bersama dengan orang lain (menjadi manusia dan anggota masyarakat)
KHD juga mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka namun tetap waspada terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, “waspadalah, carilah barang-barang yang bermanfaat untuk kita, yang dapat menambah kekayaan kita dalam hal kultur lahir atau batin. Jangan hanya meniru. Hendaknya barang baru tersebut dilaraskan lebih dahulu”. KHD menggunakan ‘barang-barang’ sebagai simbol dari tersedianya hal-hal yang dapat kita tiru, namun selalu menjadi pertimbangan bahwa Indonesia juga memiliki potensi-potensi kultural yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar.
Kekuatan sosio-kultural menjadi proses ‘menebalkan’ kekuatan kodrat anak yang masih samar-samar. Pendidikan bertujuan untuk menuntun (memfasilitasi/membantu) anak untuk menebalkan garis samar-samar agar dapat memperbaiki laku-nya untnuk menjadi manusia seutuhnya. Jadi anak bukan kertas kosong yang bisa digambar sesuai keinginan orang dewasa.


Asas Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Jadi menurut KHD (2009), “pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya”

Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan.

Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk perikehidupan bersama ialah memerdekakan manusia sebagai bagian dari persatuan (rakyat). Manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya lahir atau batin tidak tergantung pada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri. Pendidikan menciptakan ruang bagi murid untuk bertumbuh secara utuh agar mampu memuliakan dirinya dan orang lain (merdeka batin) dan menjadi mandiri (merdeka lahir). Kekuatan diri (kodrat) yang dimiliki, menuntun murid menjadi cakap mengatur hidupnya dengan tanpa terperintah oleh orang lain.


Potret Pendidikan Indonesia Sejak Zaman Kolonial Hingga Kini

 



Jumat, 25 Februari 2022

Mengenal Platform Merdeka Mengajar

 Latar Belakang Platform Merdeka Mengajar

Guru memiliki peran penting dalam pendidikan di Indonesia, yang dapat menggerakkan perubahan nyata, tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri namun berdampak kepada lingkungan sekitarnya.  Dengan adanya peran tersebut, Platform Merdeka Mengajar hadir sebagai platform edukasi yang dapat membantu Guru menjalankan perannya dalam mengajar, belajar, dan berkarya untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Dengan begitu, Guru dapat lebih berfokus kepada peningkatan capaian pembelajaran murid, dan memiliki kesempatan yang lebih kaya dalam meningkatkan kompetensi dan karirnya sendiri. Melalui Platform Merdeka Mengajar, Guru dapat terbantu dalam menjalankan kegiatan pembelajaran, membantu mendorong kemajuan, juga memberikan opsi yang dapat menjadi solusi atas kekhawatiran maupun hambatan yang Guru alami saat menjalankan peran sebagai pendidik.

Apa itu Platform Merdeka Mengajar?

Platform Merdeka Mengajar adalah platform edukasi yang menjadi teman penggerak untuk guru dalam mewujudkan Pelajar Pancasila serta mendukung guru untuk mengajar, belajar dan berkarya lebih baik lagi. 

 

Platform Merdeka Mengajar dapat digunakan melalui aplikasi di gawai Android atau melalui laman situs  



Untuk dapat masuk ke beberapa produk Platform Merdeka Mengajar gunakan akun Belajar.id atau madrasah.kemenag.go.id

 


 Pengguna dan Akses Platform Merdeka Mengajar

Platform Merdeka Mengajar diperuntukkan bagi para Guru, Kepala Sekolah dan tenaga kependidikan yang berkepentingan. Produk yang terdapat dalam Platform Merdeka Mengajar memiliki akses pengguna yang berbeda-beda, seperti dibawah ini :



Beranda (Homepage) 

Tampilan lama sudah diupdate menjadi Tampilan Baru (Versi 1.4.2) - last updated 28 January 2022



sumber : Pelatihan Platform Merdeka Belajar Kemdikbudristek

Jumat, 22 Oktober 2021

Rangkuman Materi Program Guru Belajar dan Berbagi seri Guru Merdeka Belajar

Program Guru Belajar dan Berbagi seri Guru Merdeka Belajar merupakan upaya membantu guru dan satuan pendidikan memahami konsep guru merdeka belajar dan meningkatkan kompetensi pengembangan diri secara mandiri untuk mengembangkan karier. 

Program Guru Belajar dan Berbagi seri Guru Merdeka Belajar dirancang untuk menjawab persoalan yang dirasakan guru dalam menjalani profesinya. Guru seringkali memiliki banyak tugas dan tanggung jawab baik yang terkait dengan pembelajaran dan administrasi. Guru sering mengikuti banyak pelatihan namun tidak sesuai dengan kebutuhannya. Guru yang merasa kelelahan dan merasa tidak berkembang kariernya meskipun sudah mengajar bertahun-tahun. Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Guru Merdeka Belajar adalah program yang bertujuan untuk membantu guru mendapatkan kunci pengembangan diri: kemerdekaan, kompetensi, kolaborasi dan karier. 

Apa tujuan program Guru Belajar seri Guru Merdeka Belajar?

Tujuan Umum:

  • Mengacu pada model kompetensi guru, program Guru Merdeka Belajar akan meningkatkan kompetensi 
  • Menunjukkan kebiasaan refleksi untuk pengembangan diri secara mandiri 
  • Berpartisipasi aktif dalam jejaring dan organisasi profesi untuk mengembangkan karier

Tujuan Khusus:

  • Mengenali miskonsepsi pendidikan sehingga peserta bisa berkembang menjadi Guru Merdeka Belajar yang menjadi penggerak perubahan pembelajaran. 
  • Mengenali konsep pengembangan diri Guru Merdeka Belajar sehingga bisa melejitkan karier dan sekaligus berkontribusi terhadap pendidika
Siapa yang bisa menjadi peserta program Guru Belajar seri Guru Merdeka Belajar?

  • Guru PAUD, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB
  • Pemimpin Pendidikan
  • Telah memiliki Akun SIMPKB


Tujuan Pendidikan

Untuk memahami tujuan utama pendidikan dalam aktivitas ini Anda akan diajak untuk melihat video dua pengajaran yang berbeda. Dalam video ini terdapat interaksi antara guru dan murid. Dalam dunia pendidikan kita seringkali melihat sesuatu dari sudut pandang orang dewasa, jarang sekali melihat dari sudut anak. Untuk itu agar lebih memahami apa tujuan utama pendidikan. Silakan simak video berikut ini. Cermati dengan seksama dan refleksikan pada diri Anda sebagai murid.  

Posisikan diri sebagai murid untuk menjawab pertanyaan saat menonton video
Apa yang Anda rasakan sebagai murid?

Apa yang Anda pikirkan sebagai murid? 

Perilaku apa yang Anda tunjukkan sebagai murid?


Saat Anda mencapai aktivitas ini, artinya Anda sudah merefleksikan pengalaman setelah menonton video 2 cara pengajaran yang berbeda. Tahukah Anda, bahwa sebenarnya kita dapat menemukan Miskonsepsi Belajar dari video tersebut? Seringkali kita memang terjebak bahwa belajar untuk mengejar nilai. Padahal terdapat tujuan jangka panjang dari proses pendidikan, yaitu menyiapkan anak menghadapi tantangan kehidupan. Untuk mengetahui Miskonsepsi Belajar dan Apa itu Belajar silakan membaca e-book berikut ini.

KONSEP MERDEKA BELAJAR

Merefleksikan Filosofi Ki Hajar Dewantara

Ketika kita membahas tujuan pendidikan dan merefleksikan pengalaman menderita belajar pada topik sebelumnya. Kita telah sepakat bahwa tujuan pendidikan bukanlah untuk siap sekolah sehingga hanya fokus pada hafalan dan nilai angka. Bahwa tujuan pendidikan sebenarnya adalah untuk mempersiapkan bekal hidup anak untuk menghadapi tantangan kedepannya, fokus pada kompetensi, mengajarkan murid untuk menalar dan kemandirian.    

Bagaimana konsep Merdeka dalam pendidikan?

Kata merdeka adalah kata yang dekat dengan kita sebagai kata yang menggambarkan pergerakan dan semangat perjuangan. Dalam pendidikan kata Merdeka bukanlah hal yang baru. Di tahun 1952 dalam peringatan Taman Siswa Ki Hajar Dewantara mencetuskan semangat merdeka dalam buku Peringatan Taman Siswa 30 tahun “…kemerdekaan hendaknya dikenakan terhadap caranya anak-anak berpikir, yaitu jangan selalu “dipelopori”, atau disuruh mengakui buah pikiran orang lain”

Jika kita refleksikan bersama kata merdeka dalam konteks perjuangan dan pendidikan memiliki kesamaan spirit yaitu mampu mengatur dirinya sendiri.  Untuk pemahaman lebih utuh silakan Anda membaca ebook berikut ini. Selamat membaca!


Kaitan Filosofi Pendidikan KHD dengan Merdeka Belajar

Bapak dan Ibu telah mempelajari tujuan pendidikan berdasarkan filosofi Ki Hajar Dewantara.  Meski gagasan Ki Hajar Dewantara telah dikenal lama namun jarang sekali diajarkan di dunia pendidikan Indonesia. Pada tahun 2007, Bagus Takwin menuliskan kajian gagasan Ki Hajar Dewantara dengan konstruktivisme (bit.ly/bagustakwinKHD). Pada tahun 2016 tema Merdeka Belajar diangkat dalam Temu Pendidik Nusantara oleh Komunitas Guru Belajar dan Kampus Guru Cikal yang juga menerbitkan buku Merdeka Belajar di Ruang Kelas (bit.ly/bukumerdekabelajar).  YB Mangunwijaya juga menuliskan gagasan tentang merdeka belajar dalam buku Sekolah Merdeka, Pendidikan Pemerdekaan. 

Penting merawat kemerdekaan dalam pendidikan sebagai buah pikiran Ki Hadjar. Namun jauh lebih penting adalah merawat tradisi berdialektika yang diteladankan. Bila bercita-cita menjadi dan terus menjadi negara merdeka, maka kemerdekaan hendaknya tumbuh berkembang sejak di kelas. Artinya, penting untuk kita sebagai pendidik memahami bagaimana menumbuhkan merdeka di kelas.  

Apa kaitan filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Merdeka Belajar? 

Untuk memahami gambaran keterkaitannya berikut bagan kaitan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara dengan Merdeka Belajar.


Murid Merdeka Belajar

Kita telah mempelajari tentang Merdeka Belajar. Membayangkan bagaimana anak yang mandiri belajar yang bisa menentukan tujuan belajarnya, mandiri menentukan cara dan merefleksikan proses belajarnya. Bagaimana contoh praktik baik yang menggambarkan murid merdeka belajar? Berikut terdapat e-book praktik baik Guru Lany dari Komunitas Guru Belajar Nusantara Papua yang diambil dari buku Merdeka Belajar di Ruang Kelas (2017).  Catatlah poin-poin penting dari praktik baik Guru Lany dan Anda bisa merefleksikan dengan praktik pembelajaran di kelas Anda. Selamat membaca!


Memahami Konsep Merdeka Belajar

Kita telah mempelajari tujuan pendidikan dan merefleksikan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara. Apa poin-poin penting yang Anda cermati dari penjelasan tentang tujuan pendidikan

Kita telah mempelajari tujuan pendidikan yaitu menyiapkan hidup, fokus pada kompetensi sehingga ujian bersifat bermakna, meningkatkan kemampuan menalar dan mengembangkan kemandirian. Fakta yang menarik bahwa anak-anak kita hidup pada Abad Ke-21 tapi Dididik dengan Pendidikan Abad ke-19. Bagaimana kita siap mendidik anak-anak yang sesuai dengan pendidikan Abad ke-21? Solusinya adalah Merdeka Belajar. Apa itu Merdeka Belajar? Mengapa Merdeka Belajar? Bagaimana menerapkan Merdeka Belajar? Berikut terdapat e-book, silakan membaca e-book pada aktivitas ini untuk mendapatkan pemahaman tentang Merdeka Belajar.


Konsep Guru Merdeka Belajar

Bagaimana Ciri Guru Merdeka Belajar?

Menurut Johnson (2005), profesi guru adalah profesi dengan level stress tertinggi.  Riset National Foundation for Education Research menunjukkan 1 dari 5 guru mengalami stress. Pines (1981) menganalisa kelelahan emosi adalah respon guru dalam kondisi mengalami rasa gagal dan keraguan diri yang menyebabkan guru merasa terjebak dan tidak berdaya. 

Tingkat stres yang tinggi dapat disebabkan oleh tantangan-tantangan yang dihadapi guru, seperti menangani puluhan murid dengan karakter yang beragam dengan karakter orangtua yang berbeda pula. Belum lagi guru menghadapi tuntutan dari manajemen pendidikan dan perlu beradaptasi dengan kebijakan, isu sosial, atau kondisi teknologi yang terus berubah. Tidak jarang pula guru masih harus bekerja di malam hari dan akhir pekan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Penelitian yang dilakukan Mojgan Karamooz dan Mehry Haddad Narafshan (2017) menjelaskan tentang hubungan self regulated dengan kelelahan emosi. Semakin kompleks beban guru hal ini mendorong kebutuhan untuk mengatur dirinya. Guru yang dapat mengatur dirinya mampu mengurangi dampak kelelahan emosi. 

Bagaimana guru memiliki kemampuan mengatur dirinya? Kuncinya adalah menjadi guru merdeka belajar. Berikut infografik yang dapat membantu Anda untuk mendapat pemahaman bagaimana ciri guru merdeka belajar?


Mengapa Kita Harus Menjadi Guru Merdeka Belajar?



Pengembangan Diri Guru Merdeka Belajar

Mendengar Pengalaman Guru Merdeka Belajar

Berikut terdapat Kisah Guru Ameliasari dari Komunitas Guru Belajar Nusantara Salatiga. Anda dapat menyimak untuk lebih memahami tentang Guru Merdeka Belajar. Siapkan catatan dan alat tulis untuk menulis poin-poin penting dari informasi yang Anda peroleh.

Sebelum Anda melanjutkan ke topik berikutnya, Anda dapat melakukan proses refleksi pengalaman pribadi Anda terkait konsep guru merdeka belajar melalui pengalaman Guru Iwan Apriyana dari Komunitas Guru Belajar Nusantara Bandung yang mengajar di SMP Terpadu YP 17 Nagreg. Menghadapi pandemi di mana sekolah mengharuskan pembelajaran jarak jauh (PJJ), Guru Iwan berusaha agar murid tetap mengalami pembelajaran. Salah satunya dengan menerapkan informasi yang didapat dari buku. Dengan perubahan cara pendekatan kepada murid, Guru Iwan berhasil menjadikan murid tetap merdeka belajar saat PJJ. Anda dapat melihat informasi lebih lengkap dalam video. Mari refleksikan pengembangan diri apa yang Anda telah lakukan di masa pandemi agar merdeka belajar masih dapat dirasakan oleh murid.

Kunci Pengembangan Guru Merdeka Belajar 

Apakah Anda telah merefleksikan pengalaman pengembangan diri Anda sebagai guru? Anda akan melihat sebuah video yang menjelaskan empat kunci pengembangan diri guru merdeka belajar. Silakan simak dan pelajari dengan seksama. Catat informasi, inspirasi serta poin penting yang Anda peroleh.



Empat kunci pengembangan guru merdeka belajar menjadi tolok ukur bagaimana seharusnya guru tidak boleh berjalan di tempat. Sejauh mana Anda mengembangkan diri menjadi guru merdeka belajar? Yuk, refleksikan pengembangan diri Anda melalui rubrik berikut. Melalui refleksi ini, Anda akan mendapat gambaran lebih jelas tentang capaian pengembangan diri Anda.



VIRECA UNTUK PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

       Vireca adalah kepanjangan dari Virtual Reality Case atau Kasus yang disajikan melalui virtual reality. Seperti yang kita tahu bahwa...